Kirimkan pertanyaan/keluhan medis Anda seputar masalah seksual dan/atau pernikahan ke: info@klinikmedis.com

Perceraian

Penyebab Perceraian

Perceraian adalah salah satu peristiwa yang paling berat untuk dihadapi dalam hidup. Salah satu hasil penelitian mengatakan bahwa dua hal yang paling menekan dam membuat depresi dalam hidup adalah kematian pasangan dan perceraian. Ada bermacam-macam alasan dari suatu perceraian terjadi, namun efeknya selalu sama. Kedua pihak yang terlibat dalam perceraian selalu pasti dirugikan, dan jika ada anak-anak kecil yang terlibat merekalah korban yang paling merasakan hasil perceraian tersebut.

Ada dua penyebab utama dari perceraian, yaitu seks dan uang. Seks umumnya menyebabkan perceraian dalam bentuk perselingkuhan baik dari si suami maupun dari si istri. Tentu saja ada faktor-faktor lain yang menyebabkan perselingkuhan, namun apapun alasannya perselingkuhan tidak dapat dibenarkan. Sebaiknya pasangan yang benar-benar sudah tidak dapat hidup bersama lagi menyelesaikan perceraiannya secara baik-baik sebelum memulai perselingkuhan. Namun yang sering terjadi hampir selalu adalah kebalikannya. Perselingkuhan terjadi terlebih dahulu sebelum perceraian.

Alasan utama kedua dari sebuah perceraian adalah uang. Ini biasanya disebabkan oleh kepala keluarga (sang suami) yang tidak mampu mencukupi kebutuhan finansial keluarga (sang istri dan/atau anak-anak). Jika sang istri sudah kehilangan rasa respek dan harapan terhadap suaminya karena alasan finansial, biasanya perceraian tinggal menunggu waktu saja. Ujung-ujungnya juga biasanya ini akan berakhir dengan perselingkuhan baik dari sang suami karena merasa tertekan, atau dari sang istri karena merasa putus asa dengan suaminya. Karena itu sangat penting untuk saling mendukung dan membantu dalam keluarga antara suami dan istri. Jika kedua suami istri benar-benar berusaha dan masih masalah finansial biasanya mereka akan lebih bisa menerima keadaan mereka. Yang jadi masalah ialah biasanya salah satu pihak kurang berusaha dan hanya malas-malasan saja, atau uang yang masuk hanya digunakan untuk foya-foya dengan tidak benar dan tidak bertanggung jawab.

Mengatasi Stres Karena Perceraian

Setiap perceraian adalah berbeda karena alasan yang berbeda-beda, dan pasangan yang terlibat juga berbeda. Apapun penyebab perceraian Anda, rasa sakit hati dan kehilangan karena berakhirnya pernikahan Anda akan dirasakan oleh kedua pihak yang terlibat. Bagi Anda yang pernah mengalami perceraian, Anda tahu bahwa perasaan yang Anda rasakan ialah sangat hancur, dan untuk mengatasi itu Anda membutuhkan kekuatan dan keberanian. Kabar baiknya adalah, semua orang akan melewati masa ini, dan selalu mungkin untuk menemukan pasangan dan cinta Anda yang baru dan memulai hidup baru yang lebih baik. Pasangan yang sudah pernah bercerai dan tidak cepat-cepat menikah lagi karena hanya untuk mencari pelarian atau karena kesepian, biasanya akan memilki pernikahan berikutnya yang lebih baik. Ini disebabkan karena mereka biasanya sudah belajar dari kesalahannya sendiri dan kesalahan pasangannya di masa lalu. Mereka juga sudah melewati masa-masa depresi karena perceraian dan sudah bisa menerima apa yang terjadi terhadap pernikahan mereka. Jika Anda baru saja bercerai, kami anjurkan agar Anda tidak segera buru-buru menikah lagi. Ijinkan hati Anda untuk sembuh dulu dan benar-benar menerima apa yang sudah terjadi sebelum memulai sebuah hubungan yang baru. Ini untuk kebaikan Anda sendiri karena Anda akan masuk ke dalam hubungan yang baru dengan hati yang lebih sehat dan tanpa “bagasi” dari masa lalu. Setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk melewati masa-masa sulit yang disebabkan oleh perceraian. Namun umumnya untuk sungguh-sungguh memaafkan dan menerima apa yang sudah terjadi Anda butuh waktu minimal 1-2 tahun tergantung dari kerelaan hati Anda dan juga dukungan orang-orang di sekitar Anda.

Selain itu ada beberapa tips yang bisa kami berikan untuk membantu Anda mengatasi masa-masa sulit setelah perceraian Anda. Kami harap tips-tips ini bisa membantu Anda untuk melewati masa-masa yang sangat berat ini lebih cepat.

Perhatikan kesehatan dan kebutuhan diri Anda. Banyak orang yang mengatakan pada saat suat uperceraian terjadi, untuk mengutamakan kepentingan anak-anak. Ini bukanlah nasihat yang salah. Namun jangan lupakan pula kesehatan dan kebutuhan diri Anda sendiri. Anda perlu untuk tetap sehat dan kuat melewati masa-masa sulit ini. Jika Anda mengalami kesulitan untuk melewati hari-hari Anda tanpa berhenti menangis sampai-sampai Anda harus mengabaikan pekerjaan atau aktivitas lain Anda, artinya Anda membutuhkan bantuan. Jangan malu untuk berbicara dengan orang yang dipercaya. Kehidupan anak-anak adalah penting tetapi kehidupan Anda juga tidak kalah pentingnya. Ini karena kehidupan anak-anak selanjutnya tergantung kepada Anda, karena itu Anda harus memastikan Anda sehat dan kuat dulu sebelum memilih keputusan yang terbaik bagi mereka. Usahakan untuk tetap berpikir positif, dan jangan merasa bersalah jika Anda membutuhkan untuk menghibur diri Anda sendiri misalnya dengan nonton film atau keluar makan bersama dengan teman-teman.

Perceraian BUKAN akhir dari hidup Anda. Kami harus menekankan ini sekali lagi. Perceraian adalah akhir dari sebuah pernikahan, tpai bukan akhir dari hidup Anda. Kami tahu mungkin sulit bagi Anda untuk menerima kenyataan ini saat ini karena Anda merasa pernikahan Anda sebelumnya adalah segalanya. Percayalah kami sudah bertemu dengan ratusan pasangan yang melewati hal yang sama dengan Anda, dan mengatakan hal yang sama. Lebih dari 80% dari semua pasangan ini sekarang sudah menikah lagi dan mereka merasa lebih bahagia daripada pernikahan sebelumnya. Manusia secara alami memiliki kemampuan untuk melewati bahkan tragedi terbesar dalam hidupnya sekalipun. Tidak peduli apakah pernikahan Anda berakhir hanya dalam waktu 2 tahun atau 20 tahun, Anda akan BISA melewati masa-masa sulit ini. Percayalah akan hal ini, dan beri diri Anda sendiri kesempatan untuk merasa bahagia lagi. Secara berangsur-angsur rasa sakit yang Anda rasakan akan hilang dikikis sedikit demi sedikit.

Ijinkan emosi-emosi negatif Anda muncul. Ada beberapa fase yang harus dilalui oleh setiap orang yang mengalami perceraian. Mulai dari rasa marah, tidak percaya dan tidak bisa menerima apa yang sudah terjadi, depresi dan akhirnya baru bisa menerima apa yang sudah terjadi. Semua ini alami dan Anda harus mengijinkan diri Anda untuk melewati fase-fase ini. Coba tuliskan di selembar kertas setiap kali ada emosi negatif yang muncul, dan apa penyebab atau alasannya. Misalnya, Anda merasa marah karena bekas pasangan Anda menghianati Anda dan berselingkuh dengan pria lain. Atau Anda merasa sakit hati karena semua harta Anda ditipu. Atau Anda merasa khawatir bahwa Anda tidak dapat menemukan pasangan baru lagi. Dengan mengidentifikasi penyebab emosi-emosi negatif ini Anda akan lebih sadar untuk mencari solusinya dan menerima kejadian-kejadian tersebut, daripada hanya terbawa emosi dan merasa sedih saja.

Bicaralah dengan seseorang yang bisa membantu Anda secara professional. Kehilangan seseorang yang sungguh-sungguh Anda cintai karena perceraian adalah sangat menyakitkan hati. Akan sangat sulit untuk melewati masa-masa sulit setelah perceraian terutama jika Anda harus melewatinya sendirian. Sayangnya, ada banyak korban perceraian yang mencoba mengobati rasa duka dan sakit hati mereka dengan cara yang salah. Mereka mulai terjerumus dengan obat-obatan, minuman beralkohol, seks bebas atau seks dengan pelacur, menteror bekas pasangan mereka dengan berbagai macam cara, dan sebagainya. Cara yang lebih pintar dan lebih bijak ialah berbicara dengan seorang konselor yang dapat membantu Anda. Carilah seseorang yang sudah berpengalaman dalam bidang ini, dan pastikan bahwa dia adalah pihak yang independen (jangan menganggap salah satu anggota keluarga Anda sebagai konselor misalnya). Seorang konselor yang profesional akan dapat membantu Anda mengambil keputusan-keputusan yang benar.

Dukungan teman dan keluarga. Sangat penting bagi Anda untuk bercerita dan mencarai dukungan dengan teman-teman dekat dan keluarga Anda untuk melewati saat-saat sulit ini. Ijinkan pula diri Anda untuk merasa marah, sedih, sendirian dan sebagainya. Berikan diri Anda waktu untuk menangis. Namun jangan sampai terbawa terus-menerus. Anda harus memberi hati Anda kesempatan untuk bebas dari segala perasaan negatif ini yang disebabkan oleh perceraian Anda. Setiap orang pasti akan melewati masa-masa berat setelah perceraian namun juga berhak atas hidup yang bahagia bahkan setelah perceraian. Perceraian adalah akhir dari pernikahan Anda dan bukanlah akhir dari hidup Anda. Setelah Anda mengijinkan emosi Anda melewati masa-masa sulit ini dan menerima apa yang terjadi, secara perlahan-lahan hati Anda akan menjadi sembuh. Itu saatnya Anda mengatakan selamat tinggal terhadap hidup dan pasangan Anda sebelumnya, dan saatnya Anda untuk menyambut hidup baru Anda yang lebih bahagia ke dalam hidup Anda.


Baca artikel lain tentang

4 Responses so far.

  1. kalau jaman sekarang, kebanyakan cerai karena sudah tidak ada kecocokan.. apa itu bisa jadi sebuah alasan untuk pisah?

    • M.S says:

      Ketidak cocokan yang seperti apa yg bisa dijadikan alasan perpisahan. Tergantung dari masalah yg dihadapi. Jika masih bisa diatasi berati bkn ketidakcocokan tp perbedaan yg kadang tidak bisa diterima oleh masing2 pihak karena egonya.

      Kalo memang ada kekerasan dalam rumah tangga atau salah satu pihak selingkuh terus – menerus…. mungkin harus dipertimbangkan untuk layak hidup lebih baik atau dengan cara berpisah.

  2. zizah says:

    tp bgmna jika kita sudah lupa atau sembuh dari luka karna pasangan tiba tiba mantan pasangan yang dulu datang dalam hidup kita kembali.?? trus kita harus bagaimana untuk menyikapinya????

  3. riry says:

    Bagaimana klo krna pernikahan yg beda agama serta tdk ada restu dr mertua dan pihak mertua menjodohkan dgn orglain.. apakah alasan diatas pantas utk cerai..