Kirimkan pertanyaan/keluhan medis Anda seputar masalah seksual dan/atau pernikahan ke: info@klinikmedis.com

Disfungsi Ereksi

Apakah Disfungsi Ereksi itu?

disfungsi ereksiDisfungsi Ereksi adalah suatu kondisi dimana seorang pria memiliki kesulitan dalam mengalami ereksi. Walaupun kita mungkin cukup jarang mendengar istilah ini, sebenarnya disfungsi ereksi cukup banyak terjadi di kalangan pria, dan memiliki efek yang cukup negatif pada kehidupan seksual dan pernikahan dari banyak pasangan.

Perlu diketahui bahwa disfungsi ereksi berbeda dengan ejakulasi dini. Ejakulasi dini lebih berhubungan dengan performa pada saat melakukan hubungan seksual, dimana seorang pria mengalami orgasme dalam waktu lebih singkat daripada yang diharapkan pasangannya. Disfungsi ereksi adalah ketika seorang pria tidak dapat mengalami ereksi sama sekali, atau mungkin dapat berereksi namun tidak dapat mempertahankan ereksinya untuk melakukan hubungan seks.

Penyebab dan Penanganan Disfungsi Ereksi

Salah satu survey mengatakan disfungsi ereksi menyerang satu dari sepuluh pria, atau kurang lebih sepuluh persen dari semua pria di dunia memiliki masalah ini. Namun statistik ini cukup sulit untuk ditentukan kebenarannya, karena banyak pria yang cukup malu untuk membicarakan hal ini bahkan dengan dokternya sendiri. Perkiraan kami, angka sebenarnya lebih besar daripada sepuluh persen dari semua pria yang mengalami masalah ini.

Sayangnya, justru dengan tidak membicarakan masalah ini dengan dokter yang dipercaya, akan semakin sulit menyembuhkan masalah ini. Yang tidak diketahui oleh banyak pria, disfungsi ereksi kadang-kadang merupakan gejala awal dari penyakit lain dalam tubuh yang jauh lebih serius. Salah satu contohnya, adalah penyakit jantung. Masalah pada saluran pernapasan dapat menyebabkan disfungsi ereksi, yang pada akhirnya dapat pula menyebabkan penyakit jantung. Karena itu, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda merasa mengalami gangguan seksual ini.

Selain itu, salah satu penelitian juga menunjukkan bahwa hampir 70% pria yang mengalami masalah disfungsi ereksi sebenarnya memiliki penyakit yang lain yang berhubungan dengan kerusakan jaringan dalam tubuh dan jaringan syaraf. Ini meliputi penyakit semacam saluran vaskular, penyakit ginjal, multiple sclerosis dan diabetes.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi disfungsi ereksi adalah kelebihan berat badan dan kebiasaan merokok. Ini disebabkan karena kedua hal ini dapat mengganggu aliran darah — yang dapat menimbulkan disfungsi ereksi. Selain itu kelebihan alkohol juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Alkohol bukan saja dapat merusak tubuh Anda tetapi juga mempengaruhi emosional Anda, yang dapat mengganggu kemampuan Anda dalam mencapai dan mempertahankan ereksi.

Stres, perasaan bersalah, depresi dan rasa cemas juga dapat menimbulkan komplikasi dalam kemampuan seksual dan ereksi. Dan tentu saja ini lama kelamaan akan mengganggu hubungan suami istri karena hubungan seks sangatlah penting dalam sebuah pernikahan. Ini sangat penting dan sering menjadi lingkaran setan yang dapat mengganggu keutuhan keluarga. Sepasang suami istri yang sering bertengkar misalnya, akan menimbulkan stres dalam hubungan mereka. Stres ini akan terbawa sampai ke kamar tidur dan mempengaruhi kenikmatan seksual pasangan tersebut, termasuk dapat menimbulkan gangguan ereksi pada sang suami. Sang istri, sayangnya, dapat berpikir bahwa ketidakmampuan ereksi suaminya merupakan bukti bahwa suaminya sudah tidak tertarik lagi kepadanya. Apalagi dengan pertengkaran mereka dalam beberapa minggu terakhir. Rasa marah dan benci pun mulai timbul pada sang istri, dan juga pada sang suami yang merasa ketidakmampuannya disebabkan oeh pertengkaran dengan istrinya. Hal ini akhirnya menjadi lingkaran setan yang dapat mengganggu keutuhan sebuah rumah tangga baik secara seksual maupun secara emosional.

Terakhir, kadang-kadang disfungsi ereksi juga berhubungan dengan ketidakpercayaan diri atau rasa khawatir dalam berhubungan seks. Jika sang suami mengalami disfungsi ereksi selamam beberapa kali, ini dapat menyebabkan dia malu terhadap performanya di kamar tidur. Ini dapat menimbulkan stres tersendiri pada sang suami dan menambah tekanannya untuk “harus bisa”. Secara tidak sadar sang suami menghubungkan disfungsi ereksi dengan kecemasan dan rasa malu dalam kemampuan seksualnya. Hal ini kadang-kadang cukup sulit untuk dihilangkan dan membutuhkan terapi khusus untuk sang suami. Dalam keadaaan ini, kunci penyembuhan yang paling penting adalah dukungan sang istri. Sang istri harus dapat meyakinkan sang suami bahwa itu bukanlah suatu hal yang patut untuk dipermalukan, melainkan mendukung sang suami untuk secara bersama-sama menyembuhkan gangguan tersebut.

Kesimpulan

Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh banyak hal. Satu hal yang lain dapat mempengaruhi hal yang lain yang pada akhirnya dapat pula menyebabkan disfungsi ereksi. Karena itu penting untuk mencari tahu satu atau lebih penyebab disfungsi ereksi tersebut. Kemudian sang suami dan istri harus bersama-sama berkomitmen untuk mengatasinya. Karena disfungsi ereksi bukan saja mempengaruhi tubuh dan pikiran sang suami tetapi juga kebahagiaan sang istri dan keharmonisan dalam hubungan rumah tangga. Penting juga bagi Anda untuk bersama-sama merencanakan perawatan yang dibutuhkan untuk memulihkan keadaan ini. Hingga pada akhirnya kedua pasangan akan dapat bersama-sama kembali menikmati kehidupan seksual yang memuaskan dan kehidupan rumah tangga yang harmonis.


Baca artikel lain tentang

2 Responses so far.

  1. isma says:

    Dokter..saya baru melahirkan anak saya yg ke2 5bulan yang lalu melalui oprasi caesar..sampai saat ini kami belum lagi melakukan hub pasutri..awalnya saya merasa malas krna masih trauma dg oprasi kmrin..dan suami pun sepertinya belum menginginkannya..namun setelah saya pikir terlalu lama untuk tidak berhubungan pasutri,saya coba memulai mengajak suami sbg tanda saya sudah siap untuk berhubungan lagi..tapi teryata suami saya skrg seperti hilang gairah dan hasrat untuk bercinta..saya coba rayu tp dia slalu mengabaikan..dg berbagai alasan..dan yg paling sering saya dengar adalah capek..memang sih akhir2 ini pekerjaan dikantornya sangat banyak dan ada tekanan dr bos..
    Tp apakah berbahaya kalau terus didiamkan?
    Seberapa lama laki2 boleh tidak melakukan hubungan pasutri?apa kalau kelamaan tidak berhubungan bisa mengakibatkan penyakit/masalah?
    Usia suami saya skrg 33th..apa suami saya mengalami andropouse?(kehilangan/menurunnya gairah/hasrat bercinta)?
    Trs bagaimana caranya mengembalikan hasrat suami saya?
    Kalau harus mendatangi dokter/terapis sbaiknya ke dokter bagian apa?
    Saya tinggal di sby..adakah dokter yg bisa direkomendasikan untuk dikunjungi untuk berkonsultasi masalah ini?

    Saya mohon bantuan jawaban untuk pencerahannya kepada klinikmedis.com agar saya tidak lagi khawatir thd suami saya..

    Trimakasih..

  2. isma says:

    Dokter..saya baru melahirkan anak saya yg ke2 5bulan yang lalu melalui oprasi caesar..sampai saat ini kami belum lagi melakukan hub pasutri..awalnya saya merasa malas krna masih trauma dg oprasi kmrin..dan suami pun sepertinya belum menginginkannya..namun setelah saya pikir terlalu lama untuk tidak berhubungan pasutri,saya coba memulai mengajak suami sbg tanda saya sudah siap untuk berhubungan lagi..tapi teryata suami saya skrg seperti hilang gairah dan hasrat untuk bercinta..saya coba rayu tp dia slalu mengabaikan..dg berbagai alasan..dan yg paling sering saya dengar adalah capek..memang sih akhir2 ini pekerjaan dikantornya sangat banyak dan ada tekanan dr bos..
    Tp apakah berbahaya kalau terus didiamkan?
    Seberapa lama laki2 boleh tidak melakukan hubungan pasutri?apa kalau kelamaan tidak berhubungan bisa mengakibatkan penyakit/masalah?
    Usia suami saya skrg 33th..apa suami saya mengalami andropouse?(kehilangan/menurunnya gairah/hasrat bercinta)?
    Trs bagaimana caranya mengembalikan hasrat suami saya?
    Kalau harus mendatangi dokter/terapis sbaiknya ke dokter bagian apa?
    Saya tinggal di sby..adakah dokter yg bisa direkomendasikan untuk dikunjungi untuk berkonsultasi masalah ini?

    Saya mohon bantuan jawaban untuk pencerahannya kepada klinikmedis.com agar saya tidak lagi khawatir thd suami saya..

    Trimakasih..Bahan:
    1,5 buah dada ayam
    1 buah jeruk nipis
    1 sendok makan bumbu kacang
    2 sendok makan kecap manis
    Tusuk sate
    Jeruk limau (jika suka)

    1)Potong-potong daging ayam, 2)Tusuk pada tusuk sate, 3)Campur bahan bumbu, 4}Lumuri daging ayam dengan bumbu.

    Cara membuatnya:

    Potong daging dada ayam berbentuk kotak, ukuran sesuai selera.
    Lumuri daging ayam dengan air jeruk nipis, diamkan sebentar.
    Tusuk daging ayam pada tusuk sate yang telah disediakan.
    Campur bumbu kacang dengan kecap manis, aduk rata. Kemudian lumuri seluruh permukaan daging ayam dengan bumbu kacang+kecap.
    Panaskan happy call, kemudian susun sate ayam pada happy call, masak hingga matang.
    Sajikan sate dengan bumbu kacang atau sambel kecap, beri perasan jeruk limau jika suka.